Ia juga mengajak seluruh prajurit TNI untuk menjadi prajurit yang humanis, adaptif, dan profesional. Dengan memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI, para anggota batalyon diharapkan bisa menjadi mitra strategis dalam pembangunan daerah, baik di bidang ketahanan pangan, kesehatan, pemberdayaan desa, maupun pembangunan sosial lainnya.

Bupati Nagekeo: TNI adalah Energi Baru bagi Masyarakat

Sementara itu, Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, menyambut kedatangan batalyon dengan hangat dan penuh harapan.

“Kami menyambut kehadiran Batalyon ini sebagai energi baru, semangat kebangsaan yang memperkuat persatuan dan ketahanan wilayah,” ucapnya.

Ia juga menekankan bahwa kehadiran para prajurit TNI akan membawa dampak langsung terhadap perputaran ekonomi lokal, inspirasi bagi generasi muda, serta memperkuat harmoni antara negara dan rakyat.

Peran Strategis Dandim 1625/Ngada

Dalam penyelenggaraan kegiatan dan rencana taktis ke depan, Dandim 1625/Ngada Letkol Czi Deny Wahyu Setiawan memainkan peran sentral. Di tengah proses penerimaan pasukan TNI dan pengamanan logistik, Dandim 1625/Ngada memastikan bahwa koordinasi berjalan efektif bersama pihak pemda, aparat keamanan, serta masyarakat lokal.

Kehadirannya dalam apel bukan sekadar simbolis, tetapi mencerminkan komitmen TNI dalam menciptakan rasa aman dan mendukung pembangunan di wilayah tugas.

Dandim 1625/Ngada akan menjadi tokoh penghubung penting dalam memastikan sinergi antara Batalyon baru ini dan seluruh unsur di lapangan.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.