Peringatan Hardiknas di Kabupaten Nagekeo Berlangsung Khidmat dalam Balutan Busana Adat.
FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO – 3 Mei 2025.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kabupaten Nagekeo Berlangsung dalam Balutan Busana Adat, Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus membacakan Sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang menekankan Pendidikan Bermutu untuk Semua.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2025 di Kabupaten Nagekeo berlangsung penuh khidmat, di halaman Kantor Bupati Nagekeo, Jumat 2 Mei 2025.
Upacara yang diselenggarakan dalam suasana sarat nilai budaya ini menjadi momentum refleksi dan peneguhan komitmen dalam memajukan pendidikan nasional, khususnya di daerah.
Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, bertindak sebagai Pembina Upacara dan memimpin jalannya peringatan tingkat kabupaten ini.
Yang membuat peringatan tahun ini istimewa adalah kehadiran seluruh peserta dan undangan dengan mengenakan busana adat, memberikan warna kebudayaan yang kuat dalam perayaan nasional ini.
Acara ini turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting daerah, seperti Pabung 1625/Ngada Lettu Inf Adam Natal, PS. Kabagren Polres Nagekeo Eduardus Nuru, SH, Sekretaris Daerah Drs. Lukas Mere, para staf ahli Bupati, kepala perangkat daerah, serta perwakilan pelajar dari tingkat SD, SMP, dan SMA seputar Ibu Kota Mbay.
Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus dalam amanatnya, membacakan sambutan resmi dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Pidato tersebut menekankan bahwa Hardiknas bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan pengingat akan pentingnya tanggung jawab bersama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana diamanatkan oleh Undang-undang Dasar 1945.
“Pendidikan adalah hak asasi dan hak sipil yang melekat dalam diri setiap insan, tanpa diskriminasi atas dasar apapun,” tegas Bupati saat membacakan sambutan menteri.
Disampaikan pula bahwa Presiden Prabowo Subianto menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas utama dalam Asta Cita keempat, dengan tekad memutus rantai kemiskinan melalui pembangunan SDM unggul, revitalisasi infrastruktur pendidikan, transformasi digital, serta peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru.
Guru, menurut pidato tersebut, bukan hanya sebagai fasilitator, tetapi juga agen peradaban yang memandu murid menuju cita-cita luhur. Karena itu, kerja sama antara pemerintah, masyarakat, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan dinilai sangat penting.
Dalam rangka mendukung pendidikan karakter, Kemendikbud merancang kebijakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang mencakup bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, belajar tekun, berinteraksi sosial, dan tidur cukup. Selain itu, program Pagi Ceria dan album lagu anak bertajuk Kicau turut diluncurkan untuk jenjang pendidikan usia dini.
Rangkaian acara Hardiknas juga dirangkai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Purnabakti kepada sembilan Aparatur Sipil Negara (ASN) serta dua SK Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD).
Bupati menyampaikan rasa hormat dan apresiasi kepada para ASN purnabakti atas pengabdian mereka selama ini. Kepada dua CPNS baru, ia memberikan ucapan selamat dan harapan agar mereka menjadi pelayan publik yang berdedikasi tinggi.
“Saya yakin dan percaya kalian berdua dapat memberikan kontribusi dan mengabdikan diri untuk Kabupaten Nagekeo tercinta,” tutupnya. (Rilis/Tenda)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
