Bupati juga memuji inisiatif Dinas Perpustakaan yang mengembangkan konsep perpustakaan sebagai “Rumah Peradaban” sekaligus “Laboratorium Sumber Daya Manusia.”

Dengan menjadikan Desa Langedhawe sebagai desa percontohan program ini, telah membuka jalan bagi desa-desa lain untuk belajar, berinovasi, dan ikut serta dalam gerakan pertanian yang produktif dan berkelanjutan.

Ia berharap Desa Langedhawe dapat menjadi model bagi desa lain dalam mengembangkan pertanian produktif dan berkelanjutan.

“Program penanaman pepaya California ini tidak hanya berkembang di Desa  Langedhawe, tetapi juga menyebar ke seluruh desa di Kabupaten Nagekeo”, harap Bupati Simplisius.

Dukungan DPRD Nagekeo

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo, Yohanes Siga, menilai program ini memiliki dampak ganda,  peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang berujung pada kesejahteraan ekonomi.

Ia memaparkan bahwa kebutuhan pepaya untuk mendukung 20 dapur MBG yang melayani lebih dari 50.000 anak sangat besar, yakni sekitar 4.000 buah pepaya per hari.

“Ini peluang pasar yang luar biasa. Menanam pepaya 1 hektar bisa memberi penerimaan antara Rp500 juta hingga Rp1 miliar,” ujarnya.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.