<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>STNK &#8211; Fakta Hukum Nagekeo</title>
	<atom:link href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/tag/stnk/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com</link>
	<description>Berita Terkini Nagekeo</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Mar 2025 04:41:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://nagekeo.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-5-32x32.png</url>
	<title>STNK &#8211; Fakta Hukum Nagekeo</title>
	<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hoaks: Korlantas Bantah Isu Penyitaan Kendaraan Akibat STNK Mati 2 Tahun</title>
		<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com/nasional/korlantas-bantah-tilang-sita-kendaraan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Petrus Fua Betu Tenda]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Mar 2025 04:41:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Fakta Hukum Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Korlantas]]></category>
		<category><![CDATA[Polantas]]></category>
		<category><![CDATA[STNK]]></category>
		<category><![CDATA[Tilang]]></category>
		<category><![CDATA[Tilang Sita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nagekeo.faktahukumntt.com/?p=16650</guid>

					<description><![CDATA[Hoaks: Korlantas Bantah Isu Penyitaan Kendaraan Akibat STNK Mati 2 Tahun FAKTAHUKUMNTT.COM &#8211; 19 Maret 2025. Belakangan ini, media sosial diramaikan dengan isu yang menyebutkan bahwa mulai April 2025, kendaraan akan disita jika Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) mati selama dua tahun. Kabar ini menimbulkan kegelisahan di kalangan masyarakat. Namun, Korlantas Polri dengan tegas membantah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><b>Hoaks: Korlantas Bantah Isu Penyitaan Kendaraan Akibat STNK Mati 2 Tahun</b></p>
<p dir="ltr"><b><a href="https://www.faktahukumntt.com/">FAKTAHUKUMNTT.COM</a> &#8211; 19 Maret 2025.</b></p>
<p>Belakangan ini, media sosial diramaikan dengan isu yang menyebutkan bahwa mulai April 2025, kendaraan akan disita jika Surat Tanda Nomor Kendaraan (<a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/nasional/tilang-sita-kendaraan/">STNK</a>) mati selama dua tahun.</p>
<p dir="ltr">Kabar ini menimbulkan kegelisahan di kalangan masyarakat. Namun, Korlantas Polri dengan tegas membantah kebenaran informasi tersebut.</p>
<p dir="ltr"><b>Korlantas: Isu Penyitaan Kendaraan Tidak Benar</b></p>
<p dir="ltr">Dilansir dari detikNews, Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri, Brigjen Raden Slamet Santoso, menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak benar.</p>
<p dir="ltr">Ia memastikan tidak ada perubahan aturan tilang yang berlaku saat ini.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Info yang beredar adalah tidak benar,&#8221; ujar Brigjen Slamet saat dikonfirmasi pada Senin (17/3/2025).</p>
<p dir="ltr">Brigjen Slamet menjelaskan bahwa aturan mengenai pengesahan STNK memang tetap berlaku setiap tahun.</p>
<p dir="ltr">Jika pengendara terjaring razia dan STNK belum disahkan, maka akan dikenakan tilang. Namun, kendaraan tidak akan disita seperti yang diklaim dalam isu viral tersebut.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kamu akan diarahkan untuk segera mengesahkan STNK di kantor Samsat,&#8221; tuturnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
