<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Retribusi &#8211; Fakta Hukum Nagekeo</title>
	<atom:link href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/tag/retribusi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com</link>
	<description>Berita Terkini Nagekeo</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Jan 2026 10:09:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://nagekeo.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-5-32x32.png</url>
	<title>Retribusi &#8211; Fakta Hukum Nagekeo</title>
	<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pemkab Nagekeo Canangkan 2026 sebagai Tahun Optimalisasi PAD, Dorong Kesadaran Masyarakat Bayar Pajak dan Retribusi</title>
		<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com/daerah/pemkab-nagekeo-pad-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Petrus Fua Betu Tenda]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 10:09:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Keuangan Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[pad]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak]]></category>
		<category><![CDATA[Retribusi]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Bupati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nagekeo.faktahukumntt.com/?p=22367</guid>

					<description><![CDATA[Pemkab Nagekeo Canangkan 2026 sebagai Tahun Optimalisasi PAD, Dorong Kesadaran Masyarakat Bayar Pajak dan Retribusi FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO &#8211; 20 Januari 2025. Pemerintah Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) secara resmi mencanangkan tahun 2026 sebagai Tahun Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kegiatan launching yang digelar di Aula VIP Kantor Bupati Nagekeo, Senin, 19 Januari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><b>Pemkab Nagekeo Canangkan 2026 sebagai Tahun Optimalisasi PAD, Dorong Kesadaran Masyarakat Bayar Pajak dan Retribusi </b></p>
<p dir="ltr"><b><a href="http://faktahukumntt.com">FAKTAHUKUMNTT.COM</a>, NAGEKEO &#8211; 20 Januari 2025.</b></p>
<p dir="ltr"><b><i>Pemerintah <a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/daerah/pt-adam-karunia-abadi-pedagang-besar-farmasi-pertama-di-kabupaten-nagekeo-diresmikan/">Kabupaten Nagekeo</a>, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) secara resmi mencanangkan tahun 2026 sebagai Tahun Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kegiatan launching yang digelar di Aula VIP Kantor Bupati Nagekeo, Senin, 19 Januari 2025.</i></b></p>
<p dir="ltr">Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Keuangan Daerah Kabupaten Nagekeo sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah.</p>
<p dir="ltr">Launching tersebut menjadi momentum awal dalam membangun komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, instansi vertikal, dunia usaha, hingga masyarakat, guna mengoptimalkan pengelolaan dan peningkatan PAD secara efektif, transparan, dan berkelanjutan.</p>
<p dir="ltr">Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Nagekeo, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Nagekeo, Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Nagekeo, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat se-Kabupaten Nagekeo, serta perwakilan dari Badan Pertanahan.</p>
<p dir="ltr">Menurut Plt. Kepala Badan Keuangan Daerah, Hildegardis Muta Kasi, Dalam rangka mencapai target tersebut, Pemkab Nagekeo telah menyiapkan berbagai strategi optimalisasi, antara lain peningkatan edukasi dan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak dan retribusi, integrasi data antar perangkat daerah, penyesuaian regulasi sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022, serta percepatan digitalisasi sistem pemungutan pendapatan daerah.</p>
<p dir="ltr">&#8221; Pemerintah daerah juga akan melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan, termasuk penataan database objek pajak PBB melalui pemetaan digital berbasis drone, peningkatan pelayanan publik, serta penguatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan BLUD, &#8221; kata Hildegardis.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
