<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Periuk Tanah &#8211; Fakta Hukum Nagekeo</title>
	<atom:link href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/tag/periuk-tanah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com</link>
	<description>Berita Terkini Nagekeo</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Jan 2026 09:11:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://nagekeo.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-5-32x32.png</url>
	<title>Periuk Tanah &#8211; Fakta Hukum Nagekeo</title>
	<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Periuk Tanah Makin Langka, Kearifan Lokal Nagekeo yang Kian Tergusur Peradaban Modern</title>
		<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com/daerah/periuk-tanah-nagekeo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Petrus Fua Betu Tenda]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 08:02:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Periuk Tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Perkakas Tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nagekeo.faktahukumntt.com/?p=22450</guid>

					<description><![CDATA[Periuk Tanah Makin Langka, Kearifan Lokal Nagekeo yang Kian Tergusur Peradaban Modern FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO &#8211; 24 Januari 2025. Di tengah laju peradaban modern yang menawarkan kepraktisan dan ketahanan, sebuah warisan budaya perlahan kehilangan tempatnya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Periuk tanah, perkakas dapur tradisional yang dahulu menjadi denyut nadi rumah tangga masyarakat Kabupaten Nagekeo, kini berada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><b>Periuk Tanah Makin Langka, Kearifan Lokal Nagekeo yang Kian Tergusur Peradaban Modern</b></p>
<p dir="ltr"><b><a href="http://faktahukumntt.com">FAKTAHUKUMNTT.COM</a>, NAGEKEO &#8211; 24 Januari 2025.</b></p>
<p dir="ltr"><b><i>Di tengah laju peradaban modern yang menawarkan kepraktisan dan ketahanan, sebuah warisan budaya perlahan kehilangan tempatnya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Periuk tanah, perkakas dapur tradisional yang dahulu menjadi denyut nadi rumah tangga masyarakat <a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/pendidikan/fasilitator-desa-nagekeo/">Kabupaten Nagekeo</a>, kini berada di ambang kepunahan.</i></b></p>
<p dir="ltr">Pada masanya, periuk tanah merupakan alat utama masyarakat lokal untuk memasak nasi, menggoreng kopi, hingga merebus berbagai ramuan tradisional.</p>
<p dir="ltr">Dibuat dari tanah liat melalui proses tradisional yang sarat nilai budaya, periuk tanah bukan sekadar alat masak, melainkan bagian dari identitas dan cara hidup masyarakat.</p>
<p dir="ltr">Namun, seiring bertumbuh pesatnya penggunaan perkakas modern berbahan aluminium dan logam lainnya, keberadaan periuk tanah kian terpinggirkan.</p>
<p dir="ltr">Praktis, ringan, dan tahan lama menjadi alasan utama masyarakat beralih, meninggalkan alat tradisional yang dulu begitu akrab dengan dapur-dapur rumah warga.</p>
<p dir="ltr"><b>Sepi Peminat, Periuk Tanah Kian Langka</b></p>
<p dir="ltr">Minimnya permintaan pasar berdampak langsung pada kelangkaan periuk tanah. Jumlah perajin semakin menyusut, sementara periuk tanah kini sulit ditemukan di pasar-pasar tradisional.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
