<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lakalantas &#8211; Fakta Hukum Nagekeo</title>
	<atom:link href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/tag/lakalantas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com</link>
	<description>Berita Terkini Nagekeo</description>
	<lastBuildDate>Fri, 29 Mar 2024 04:45:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://nagekeo.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-5-32x32.png</url>
	<title>Lakalantas &#8211; Fakta Hukum Nagekeo</title>
	<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Keluarga Ragu Ketelitian Autopsi, Minta Jangan Ada Yang Ditutupi</title>
		<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/autopsi-jenasah-nagekeo/</link>
					<comments>https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/autopsi-jenasah-nagekeo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Petrus Fua Betu Tenda]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jan 2024 05:52:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Autopsi]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter Forensik]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Jenasah]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[Lakalantas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nagekeo.faktahukumntt.com/?p=10913</guid>

					<description><![CDATA[Keluarga Ragu Ketelitian Autopsi, Minta Jangan Ada Yang Ditutupi FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO &#8211; 16 Januari 2024. Keluarga meragukan ketelitian autopsi yang dilakukan oleh Dokter ahli Forensik Kepolisian Daerah (Polda) NTT terhadap jenasah almarhumah Maria Margaretha Papu, Selasa, 17 Januari 2024. Almarhumah Maria Margaretha Papu merupakan salah seorang pegawai di Dinas Peternakan Kabupaten Nagekeo yang kematiannya masih [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><b>Keluarga Ragu Ketelitian Autopsi, Minta Jangan Ada Yang Ditutupi</b></p>
<p dir="ltr"><b><a href="http://faktahukumntt.com">FAKTAHUKUMNTT.COM</a>, NAGEKEO &#8211; 16 Januari 2024.</b><br />
Keluarga meragukan ketelitian autopsi yang dilakukan oleh<br />
Dokter ahli Forensik Kepolisian Daerah <a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/tak-berkategori/demo-di-polda-ntt-ampn-sebut-kapolres-nagekeo-rendah-moralitas-minta-kapolri-copot/">(Polda) NTT</a> terhadap jenasah almarhumah Maria Margaretha Papu, Selasa, 17 Januari 2024.</p>
<p dir="ltr">Almarhumah Maria Margaretha Papu merupakan salah seorang pegawai di Dinas Peternakan Kabupaten Nagekeo yang kematiannya masih meninggalkan misteri walau oleh vonis polisi karena kejadian kecelakaan lalu lintas (Lakalantas).</p>
<p dir="ltr">Keluarga menduga kematian almarhumah Margaretha Papua bukan disebabkan oleh kejadian lakalantas dan mengumpulkan berbagi fakta kejanggalan terhadap peristiwa nahas menimpa almarhumah.</p>
<p dir="ltr">Terhadap berbagai fakta peristiwa yang masih menuai tanda tanya dibenak mereka, Keluarga melalui Penasihat hukumnya, Mbulang Lukas, SH mengajukan permohonan autopsi untuk mengungkapkan misteri kematian almarhumah Margaretha Papu.</p>
<p dir="ltr">Kepolisian Resor (Polres) Nagekeo mengabulkan permohonan autopsi tersebut dengan menghadirkan Dokter ahli Forensik Kepolisian Daerah (Polda ) NTT, AKBP Edy Hasibuan dan tim.</p>
<p dir="ltr"><u>Pantauan </u><u><a href="http://faktahukumntt.com">faktahukumntt.com</a></u><u>, </u>Proses Autopsi  yang dilakukan pada selasa, 16 Januari 2024 siang disaksikan oleh keluarga dan penasihat hukumnya, Mbulang Lukas, SH serta masyarakat setempat yang tampak memadati area pemakaman untuk ikut menyaksikan peristiwa tersebut.</p>
<p dir="ltr">Keluarga almarhumah Margaretha Papu  menyatakan meragukan ketelitian autopsi yang telah dilakukan karena tidak tersedianya kelengkapan penunjang Dokter Forensik dalam membedah jenasah almarhumah.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Saya sebagai orang tua kandung, bukan berarti saya mau menyalahkan Dokter Forensik tapi saya melihat alat yang digunakan, menurut saya tidak seperti yang kita (keluarga, red) inginkan. Yang saya mau, alat itu (perlengkapan autopsi, <i>red</i>) agak canggih sedikit&#8221;, ucap Ayah Korban, Paulus Papu (66) ketika dimintai keterangan, menanggapi peristiwa Autopsi, Selasa, 16 Januari 2024 sore.</p>
<p dir="ltr">Ia berharap, Semestinya Autopsi menggunakan alat modern dan canggih sehingga proses yang dilakukan mampu memastikan kecurigaan keluarga berdasarkan bukti-bukti yang telah mereka kumpulkan.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Tadi, alatnya sederhana saja, maunya saya ada kaca pembesar supaya bisa lihat, misalnya luka ini (pada area yang diduga mengalami kekerasan, red), bisa dilihat dengan alat, oh ini benar retak atau tidak. Tadi saya lihat sederhana saja, hanya bedah saja kasih keluar organ didalam, terus jahit lalu beri keterangan&#8221;, keluhan ayah korban.</p>
<p dir="ltr">Meski demikian Ia mengaku bahwa kendala yang dihadapi dokter forensik adalah karena kondisi jenasah yang telah diawetkan dengan formalin, Namun dirinya menegaskan bahwa keluarga mengantongi data yang cukup ihwal kejanggalan-kejanggalan peristiwa kematian putri sulungnya tersebut.</p>
<p dir="ltr">Ia mengungkapkan bahwa Keluarga menaruh harapan agar Polisi bisa berkerja dengan optimal dan independen untuk mengungkapkan fakta yang sejujur-jujurnya.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Keluarga telah menyerahkan sepenuhnya kepada pengacara kami (Mbulang Lukas, SH), Harapan saya sebagai orang tua kandung, hal ini harus dibuka secara terang benderang dan tidak ada yang ditutup-tutupi&#8221;, Harapnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/autopsi-jenasah-nagekeo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Awal Tahun 2023, Tiga Korban Lakalantas Meninggal Dunia, Ini Pesan Kasat Lantas Polres Nagekeo</title>
		<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/awal-tahun-2023-tiga-korban-lakalantas-meninggal-dunia-ini-pesan-kasat-lantas-polres-nagekeo/</link>
					<comments>https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/awal-tahun-2023-tiga-korban-lakalantas-meninggal-dunia-ini-pesan-kasat-lantas-polres-nagekeo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Petrus Fua Betu Tenda]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2023 00:48:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Soekarno-Hatta]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[Kasat Lantas]]></category>
		<category><![CDATA[Kecelakaan Maut]]></category>
		<category><![CDATA[Lakalantas]]></category>
		<category><![CDATA[Mbay]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[Tertib Lalulintas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nagekeo.faktahukumntt.com/?p=7503</guid>

					<description><![CDATA[Awal Tahun 2023, Tiga Korban Lakalantas Meninggal Dunia, Ini Pesan Kasat Lantas Polres Nagekeo.  FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO &#8211; 7 Februari 2022. Satuan Lalu lintas (Satlantas) Kepolisian Resort (Polres) Nagekeo mencatat tiga orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) pada awal tahun 2023 di kabupaten Nagekeo, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dua dari tiga korban yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><b>Awal Tahun 2023, Tiga Korban Lakalantas </b><b>Meninggal Dunia</b><b>, Ini Pesan Kasat Lantas Polres Nagekeo. </b></p>
<p dir="ltr"><b><a href="http://Faktahukumntt.com" target="_blank" rel="noopener">FAKTAHUKUMNTT.COM</a>, NAGEKEO &#8211; 7 Februari 2022.</b><br />
Satuan Lalu lintas (Satlantas) Kepolisian Resort (<a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/kinerja-polres-nagekeo-tangani-kasus-dugaan-pengeroyokan-di-kajulaki-diapresiasi/">Polres</a>) Nagekeo mencatat tiga orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) pada awal tahun 2023 di <a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/nasional/nagekeo-waspada-bmkg-deteksi-3-bibit-siklon-tropis-di-sekitar-wilayah-indonesia/">kabupaten Nagekeo</a>, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).</p>
<p dir="ltr">Dua dari tiga korban yang meninggal akibat lakalantas di jalan Raya adalah Wilhelmus Jawa, yang baru saja Pensiun dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Kesehatan kabupaten Nagekeo, berserta keponakannya Mira merupakan seorang pelajar tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA).</p>
<p dir="ltr">Informasi yang dihimpun <b>FAKTAHUKUMNTT.COM</b> dari Kepala Unit (Kanit) Lantas Polres Nagekeo, Aipda Jefri Abriyanto menerangkan, sesungguhnya ada 8 Kejadian lakalantas yang melibatkan pengendara roda 2 maupun roda 4 di jalur jalan Negara (Jalan Raya) pada bulan Januari hingga awal bulan Februari tahun 2023.</p>
<p dir="ltr">Wilayah Kecamatan Aesesa (Kota Mbay) mendominasi kasus Lakalantas di Nagekeo dengan catatan 5 kasus, 3 kasus di wilayah kecamatan Boawae dan wilayah kecamatan lainnya masih Zero kasus lakalantas.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/awal-tahun-2023-tiga-korban-lakalantas-meninggal-dunia-ini-pesan-kasat-lantas-polres-nagekeo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
