<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Geotermal &#8211; Fakta Hukum Nagekeo</title>
	<atom:link href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/tag/geotermal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com</link>
	<description>Berita Terkini Nagekeo</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 May 2025 23:38:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://nagekeo.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-5-32x32.png</url>
	<title>Geotermal &#8211; Fakta Hukum Nagekeo</title>
	<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Seruan Tolak Proyek Geotermal Menggema di Kaki Bukit Air Panas Marapokot</title>
		<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/tolak-geotermal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Petrus Fua Betu Tenda]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 May 2025 23:38:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Air Panas Marapokot]]></category>
		<category><![CDATA[Geotermal]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Panas Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Tolak Geotermal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nagekeo.faktahukumntt.com/?p=19410</guid>

					<description><![CDATA[Seruan Tolak Proyek Geotermal Menggema di Kaki Bukit Air Panas Marapokot FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO &#8211; 25 Mei 2025. Umat Stasi Marapokot dan Stasi Tonggurambang bersama tokoh agama dan tokoh adat Suku Dhawe bersatu menggaungkan penolakan proyek Geotermal (panas bumi) di wilayah Desa Marapokot, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu 25 Mei 2025. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><b>Seruan Tolak Proyek Geotermal Menggema di Kaki Bukit Air Panas Marapokot </b></p>
<p dir="ltr"><b><a href="http://faktahukumntt.com">FAKTAHUKUMNTT.COM</a>, NAGEKEO &#8211; 25 Mei 2025.</b></p>
<p dir="ltr"><b><i>Umat Stasi Marapokot dan Stasi Tonggurambang bersama tokoh agama dan tokoh adat Suku Dhawe bersatu menggaungkan penolakan proyek <a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/menolak-proyek-geotermal/">Geotermal</a> (panas bumi) di wilayah Desa Marapokot, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu 25 Mei 2025.</i></b></p>
<p dir="ltr">Hampir seribu umat <a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/daerah/frater-kamilian-live-in/">Stasi Marapokot</a> dan Stasi Tonggurambang berkumpul dibawa kaki bukit air panas Marapokot yang diidentifikasi menjadi salah satu titik bor pembangunan proyek Geotermal di Pulau Flores &#8211; NTT.</p>
<p dir="ltr"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-19412" src="https://nagekeo.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/05/Geotermal-Marapokot.jpg" alt="Geotermal" width="650" height="488" srcset="https://nagekeo.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/05/Geotermal-Marapokot.jpg 650w, https://nagekeo.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/05/Geotermal-Marapokot-300x225.jpg 300w, https://nagekeo.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/05/Geotermal-Marapokot-24x18.jpg 24w, https://nagekeo.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/05/Geotermal-Marapokot-36x27.jpg 36w, https://nagekeo.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/05/Geotermal-Marapokot-48x36.jpg 48w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /></p>
<p dir="ltr">Terik matahari dibawa langit cerah terasa amat menyengat, namun tidak pernah menyurutkan semangat mereka untuk ambil bagian mendeklarasikan dan menyatakan sikap tegas menolak proyek Geotermal yang dinilai akan sangat merugikan dan mengancam keberlangsungan hidup masyarakat.</p>
<p dir="ltr">Sejumlah spanduk dan baliho yang berisi pesan penolakan dibentangkan masyarakat sebagai simbol keteguhan sikap dan komitmen menolak proyek ambisius dengan metode menggali perut bumi tersebut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tolak&#8230; Tolak&#8230; Tolak!, Gemuruh Suara Warga Nangadhero Menolak Proyek Geotermal Flores</title>
		<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/menolak-proyek-geotermal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Petrus Fua Betu Tenda]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 May 2025 10:16:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Nangadhero]]></category>
		<category><![CDATA[Fakta Hukum Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Geotermal]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[Nagekeo terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Panas Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Flores]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nagekeo.faktahukumntt.com/?p=19299</guid>

					<description><![CDATA[Tolak&#8230; Tolak&#8230; Tolak!, Gemuruh Suara Warga Nangadhero Menolak Proyek Geotermal Flores. FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO – 18 Mei 2025. Rencana pembangunan proyek panas bumi atau geotermal di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menuai gelombang penolakan keras dari masyarakat. Kali ini, suara lantang datang dari Desa Nangadhero, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Ratusan warga turun ke lokasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><b>Tolak&#8230; Tolak&#8230; Tolak!, Gemuruh Suara Warga Nangadhero Menolak Proyek Geotermal Flores.</b></p>
<p dir="ltr"><b><a href="http://faktahukumntt.com">FAKTAHUKUMNTT.COM</a>, NAGEKEO – 18 Mei 2025.</b><br />
<b><i>Rencana pembangunan proyek panas bumi atau <a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/daerah/pertobatan-ekologis/">geotermal</a> di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menuai gelombang penolakan keras dari masyarakat. Kali ini, suara lantang datang dari Desa Nangadhero, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Ratusan warga turun ke lokasi salah satu titik bor panas bumi yang telah diidentifikasi sebagai bagian dari rencana besar pengembangan energi terbarukan tersebut.</i></b></p>
<p dir="ltr">Pulau Flores, yang dikenal sebagai pulau kecil dengan keindahan alam dan keanekaragaman hayatinya, memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana alam, terutama gempa bumi tektonik.</p>
<p dir="ltr">Masyarakat menilai bahwa proyek geotermal yang dilakukan dengan metode pengeboran tanah berisiko besar terhadap kestabilan lingkungan dan keselamatan warga.</p>
<p dir="ltr">Lebih dari sekadar kekhawatiran geologis, masyarakat juga mengangkat ancaman terhadap ekosistem lokal.</p>
<p dir="ltr">Ladang pertanian, peternakan, dan sumber air bersih yang selama ini menjadi penopang utama kehidupan warga terancam oleh aktivitas eksplorasi dan eksploitasi panas bumi.</p>
<p dir="ltr">Pada Minggu, 18 Mei 2025, Desa Nangadhero menjadi saksi deklarasi terbuka penolakan proyek geotermal.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gereja Keuskupan Agung Ende Tolak Proyek Geothermal: Keprihatinan atas Lingkungan dan Kehidupan Sosial Umat</title>
		<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com/nasional/tolak-proyek-geothermal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Petrus Fua Betu Tenda]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2025 01:21:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[ENDE]]></category>
		<category><![CDATA[Geotermal]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Keuskupan Agung Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Mgr. Paulus Budi Kleden]]></category>
		<category><![CDATA[Nagekeo terkini]]></category>
		<category><![CDATA[uskup Agung Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nagekeo.faktahukumntt.com/?p=16502</guid>

					<description><![CDATA[Gereja Keuskupan Agung Ende Tolak Proyek Geothermal: Keprihatinan atas Lingkungan dan Kehidupan Sosial Umat. FAKTAHUKIMNTT.COM, ENDE &#8211; 15 Maret 2025 Gereja Keuskupan Agung Ende (KAE) secara resmi menyatakan sikapnya menolak proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal) di wilayahnya. Pernyataan ini disampaikan dalam audiensi yang berlangsung di Kompleks Misi Ndona, Ende, Nusa Tenggara Timur, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><b>Gereja Keuskupan Agung Ende Tolak Proyek Geothermal: Keprihatinan atas Lingkungan dan Kehidupan Sosial Umat.</b></p>
<p dir="ltr"><b><a href="http://faktahukumntt.com">FAKTAHUKIMNTT.COM</a>, ENDE &#8211; 15 Maret 2025</b><br />
Gereja<a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/politik/misa-perutusan/"> Keuskupan Agung Ende</a> (KAE) secara resmi menyatakan sikapnya menolak proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal) di wilayahnya.</p>
<p dir="ltr">Pernyataan ini disampaikan dalam audiensi yang berlangsung di Kompleks Misi Ndona, Ende, Nusa Tenggara Timur, antara perwakilan Keuskupan Agung Ende dengan sejumlah pejabat dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT PLN, serta perusahaan pengembang geothermal, pada Sabtu (15/3/2025).</p>
<p dir="ltr">Perwakilan dari Kementerian ESDM dan PLN, yakni Sahat Simangunsong dan Yasir, menyampaikan maksud kunjungan mereka, yaitu, <i>pertama</i> Merespons keprihatinan Bapa Uskup Agung Ende terkait proyek geothermal di Flores.</p>
<p dir="ltr"><i>Kedua, </i>Memaparkan kondisi sistem kelistrikan di Pulau Flores yang mengandalkan berbagai pembangkit listrik dan <i>Ketiga,</i> Mengharapkan adanya diskusi lanjutan terkait proyek geothermal.</p>
<p dir="ltr">Menanggapi audiensi tersebut, Bapa Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, menegaskan bahwa Keuskupan Agung Ende memiliki mekanisme tersendiri dalam mengambil keputusan, dan akan membahas lebih lanjut masukan yang disampaikan dalam pertemuan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
