<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Evaluasi jabatan &#8211; Fakta Hukum Nagekeo</title>
	<atom:link href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/tag/evaluasi-jabatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com</link>
	<description>Berita Terkini Nagekeo</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Feb 2026 15:31:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://nagekeo.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-5-32x32.png</url>
	<title>Evaluasi jabatan &#8211; Fakta Hukum Nagekeo</title>
	<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ketua GMNI Nagekeo Desak Pemda Evaluasi Jabatan Kepala BPBD</title>
		<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/jabatan-kepala-bpbd/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Petrus Fua Betu Tenda]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2026 15:31:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[Evaluasi jabatan]]></category>
		<category><![CDATA[GMNI Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[Pemda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nagekeo.faktahukumntt.com/?p=22567</guid>

					<description><![CDATA[Ketua GMNI Nagekeo Desak Pemda Evaluasi Jabatan Kepala BPBD FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO &#8211; 2 Februari 2026. Sikap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo, Remigius Jago, yang dinilai mengabaikan konfirmasi wartawan hingga memblokir nomor jurnalis usai diberitakan bungkam terkait bencana, menuai kritik keras dari kalangan aktivis mahasiswa. Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><b>Ketua</b> <b>GMNI Nagekeo Desak Pemda Evaluasi Jabatan Kepala BPBD </b></p>
<p dir="ltr"><b><a href="http://faktahukumntt.com">FAKTAHUKUMNTT.COM</a>, NAGEKEO &#8211; 2 Februari 2026.</b><br />
<b><i>Sikap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (<a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/ketua-arjuna-nagekeo/">BPBD</a>) Kabupaten Nagekeo, Remigius Jago, yang dinilai mengabaikan konfirmasi wartawan hingga memblokir nomor jurnalis usai diberitakan bungkam terkait bencana, menuai kritik keras dari kalangan aktivis mahasiswa.</i></b></p>
<p dir="ltr">Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang <a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/daerah/bpbd-nagekeo-bungkam/">Nagekeo</a>, Dominikus Seke, menilai tindakan tersebut sebagai bentuk arogansi pejabat publik yang tidak mencerminkan etika kepemimpinan, prinsip transparansi, serta semangat pemerintahan yang demokratis.</p>
<p dir="ltr">Menurut Dominikus, wartawan bukanlah musuh pemerintah, melainkan mitra strategis dalam menjamin hak publik atas informasi, terutama dalam situasi kebencanaan yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan kepentingan masyarakat luas.</p>
<p dir="ltr">“Sikap Kepala BPBD Nagekeo sangat tidak etis dan tidak elegan. Ini bukan karakter pemimpin berintegritas. Pers adalah mitra strategis pemerintah, bukan musuh,” tegas Dominikus kepada faktahukumntt.com, Senin 2 Februari 2026.</p>
<p dir="ltr">Ia menilai, tindakan menutup akses informasi kepada pers, terlebih terkait bencana merupakan bentuk pengingkaran terhadap tanggung jawab moral dan administratif seorang pejabat publik. Bahkan, Dominikus menyebut sikap tersebut dapat dikategorikan sebagai pelanggaran serius terhadap prinsip kemanusiaan.</p>
<p dir="ltr">“Menutup informasi kebencanaan kepada pers adalah kejahatan kemanusiaan. Publik Nagekeo berhak mendapatkan informasi yang benar, akurat, dan berkelanjutan, mulai dari kondisi di lapangan hingga langkah penanganan yang dilakukan pemerintah,” lanjutnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
