<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Adat &#8211; Fakta Hukum Nagekeo</title>
	<atom:link href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/tag/adat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com</link>
	<description>Berita Terkini Nagekeo</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Oct 2025 07:56:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://nagekeo.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-5-32x32.png</url>
	<title>Adat &#8211; Fakta Hukum Nagekeo</title>
	<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pengacara Menyulut Bara Konflik Internal Keluarga Anggota DPRD Nagekeo</title>
		<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/konflik-internal-keluarga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Petrus Fua Betu Tenda]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Oct 2025 07:32:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Adat]]></category>
		<category><![CDATA[dprd]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum dan Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[Nangaroro]]></category>
		<category><![CDATA[Pengecara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nagekeo.faktahukumntt.com/?p=21661</guid>

					<description><![CDATA[Pengacara Menyulut Bara Konflik Internal Keluarga Anggota DPRD Nagekeo FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO &#8211; 1 Oktober 2025. Cosmas Jo Oko, oknum pengecara lokal dinilai Menyulut bara perseteruan internal keluarga besar Anton Sukadame Wangge, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nagekeo dari Fraksi Partai Nasdem. Alih-alih membela klien, tindakan narsistik yang memposting sejumlah video di media sosial [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><b>Pengacara Menyulut Bara Konflik Internal Keluarga Anggota DPRD Nagekeo </b></p>
<p dir="ltr"><b><a href="http://faktahikumntt.com" target="_blank" rel="noopener">FAKTAHUKUMNTT.COM</a>, NAGEKEO &#8211; 1 Oktober 2025.</b></p>
<p dir="ltr"><b><i>Cosmas Jo Oko, oknum pengecara lokal dinilai Menyulut bara perseteruan internal keluarga besar Anton Sukadame Wangge, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (<a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/dprd-nagekeo-terima-aduan-masyarakat/">DPRD</a>) Kabupaten Nagekeo dari Fraksi Partai Nasdem.</i></b></p>
<p dir="ltr">Alih-alih membela klien, tindakan narsistik yang memposting sejumlah video di media sosial yang diduga diframing untuk merusak citra Anton Sukadame Wangge anggota DPRD Fraksi Nasdem berpotensi membuat ruwet benang kusut urusan internal keluarga besar yang seharusnya bisa selesai dengan cara baik-baik dengan pendekatan budaya dan kearifan lokal serta bicara dari hati kehati.</p>
<p dir="ltr">Tindakannya mendapatkan kecamanan keluarga dan tokoh adat setempat yang menilai perbuatan oknum pengacara yang menyebarkan video di Platform media sosial tanpa pendasaran yang jelas sebagai bentuk pencemaran nama baik dan merusak reputasi Anton Sukadame Wangge alias Anton Ba&#8217;i karena kebenaran informasi dalam video yang disebar luaskan jauh panggang dari api dan diduga direkayasa.</p>
<p dir="ltr">Selain itu, tindakan tersebut dinilai semakin memanaskan perselisihan dan memperuncing urusan internal keluarga tersebut.</p>
<p dir="ltr">Jika merujuk pada Kode Etik Advokat Indonesia (KAEI) pasal 4 Huruf (f) Advokat atau pengecara wajib menjaga kehormatan dan profesinya. Pasal 6 huruf (c) menegaskan bahwa advokat dilarang membuat pernyataan atau komentar publik yang dapat menyesatkan masyarakat atau merugikan pihak lain, terutama jika perkara tersebut masih dalam proses hukum.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Upacara Pala dalam Budaya Nagekeo &#8211;  Flores, Simbol Syukur dan Pemulihan</title>
		<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com/opini/upacara-pala-dalam-budaya-nagekeo-flores-simbol-syukur-dan-pemulihan/</link>
					<comments>https://nagekeo.faktahukumntt.com/opini/upacara-pala-dalam-budaya-nagekeo-flores-simbol-syukur-dan-pemulihan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Petrus Fua Betu Tenda]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Jan 2023 13:40:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Adat]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Pemulihan]]></category>
		<category><![CDATA[Simbol Syukur]]></category>
		<category><![CDATA[Upacara Pala]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nagekeo.faktahukumntt.com/?p=7057</guid>

					<description><![CDATA[Upacara Pala dalam Budaya Nagekeo &#8211;  Flores, Simbol Syukur dan Pemulihan. FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO, Masyarakat kabupaten Nagekeo sampai saat ini masih melestarikan tradisi adat dan budaya mereka. Segala peristiwa yang terjadi dalam kehidupan mereka dihayati sebagai pemberian dari Sang Pencipta. Hal itu mulai dari kelahiran, pendewasaan, perkawinan dan kematian. Setiap peristiwa itu selalu dibuat dalam bentuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><b>Upacara </b><i><b>Pala</b></i><b> dalam Budaya Nagekeo &#8211;  Flores, Simbol Syukur dan Pemulihan. </b></p>
<p dir="ltr"><b><a href="http://Faktahukumntt.com" target="_blank" rel="noopener">FAKTAHUKUMNTT.COM</a>, NAGEKEO</b>, Masyarakat <a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/ekonomi/bri-nagekeo-ingatkan-nasabah-waspada-penipuan-atas-nama-bri-jelang-natal-dan-tahun-baru/">kabupaten Nagekeo</a> sampai saat ini masih melestarikan tradisi adat dan budaya mereka. Segala peristiwa yang terjadi dalam kehidupan mereka dihayati sebagai pemberian dari Sang Pencipta.</p>
<p dir="ltr">Hal itu mulai dari kelahiran, pendewasaan, perkawinan dan kematian. Setiap peristiwa itu selalu dibuat dalam bentuk <a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/opini/etu-tinju-adat-di-nagekeo-simbol-syukur-dan-penghormatan-kepada-leluhur/">seremonial adat</a> dan di dalamnya terdapat makna penghayatan hidup yang menghantar mereka pada dimensi religi dan sosial.</p>
<p dir="ltr">Dalam sistem kepercayaan budaya Nagekeo, mereka percaya bahwa ada yang mengatur seluruh alam ciptaan ini.</p>
<p dir="ltr">Mereka memberi nama pada realitas tertinggi itu dengan sebutan <i><b>&#8220;Dewa zeta&#8221;</b></i> atau Tuhan. Selain itu mereka juga percaya akan campur tangan para leluhur yang mereka sebut dengan <i><b>&#8220;Gae Zale&#8221;</b></i>.</p>
<p dir="ltr">Mereka percaya bahwa para leluhur selalu menyertai perjalanan hidup mereka. Disamping itu,  Mereka juga percaya bahwa ada roh halus yang mengganggu kehidupan manusia yang mereka sebut dengan <i><b>&#8221; Nitu&#8221;</b></i>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nagekeo.faktahukumntt.com/opini/upacara-pala-dalam-budaya-nagekeo-flores-simbol-syukur-dan-pemulihan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
