Penulis : Petrus Fua Betu

Saya sangat menentang pelecehan seksual dalam semua bentuknya dan mendukung langkah-langkah yang diambil untuk mencegah pelecehan seksual serta menuntut pertanggungjawaban kepada pelaku pelecehan seksual.

Penting untuk membuat tindakan nyata untuk mencegah pelecehan seksual, termasuk dengan memberikan pendidikan tentang hak asasi manusia dan tindakan pelecehan seksual kepada semua orang, terutama kepada anak-anak dan remaja.

Ada hal yang kadang membuat saya bingung dengan keadaan saat ini. Banyak persoalan pelecehan dimana-mana namun masih ada saja oknum-oknum yang menyelesaikan persoalan ini dengan istilah duduk keluarga atau duduk secara adat.

Bukan tidak setuju dengan hal demikian namun patutlah kita tegas dengan hal-hal yang kita anggap biasa ini.  Mengapa?, Hal ini akan menjadi suatu tradisi dan orang akan mengaggap pelecehan seksual adalah hal yang biasa. Tetapi bagaimana dengan mereka yang kerap kali menanggung malu dan penderitaan yang luar biasa ini?. Apakah kita harus menuntut HAM?, Kita terlalu dipuasi oleh sesuatu yang sebenarnya tidak kita dapati dan kita lakukan.

Apakah kita bisa menghargai hak orang lain dan apakah Hak Asasi Manusia itu benar ada untuk melindungi kita?, Apakah HAM itu di buat hanya sebagai acuan untuk memuaskan hati para perempuan-perempuan di luar sana tanpa ada tindakan nyata yang meyakinkan perempuan bahwa mereka di lindungi?.  Jika hal demikian tidak bisa di rasakan oleh banyaknya perempuan yang di lecehkan, lantas untuk apa HAM itu di buat?.

Sederhana, namun tidak semua orang paham dan bisa merealisasikannya. Sedarah bisa, petinggi bisa , rakyat biasa pun bisa melakukan hal demikian kepada perempuan.

Tetap Terhubung Dengan Kami: