Makna  Menjadi Terang bagi Sesama

FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO – 9 Desember 2022.

 Kata “terang” adalah salah satu istilah yang paling umum digunakan dalam ajaran-ajaran Injil. Salah satu identitas diri orang percaya (Kristen) adalah terang dunia. Hal itu ditegaskan dalam Injil Lukas 5:14  “Kamu adalah terang dunia”.

Dalam injil  Rasul Yohanes juga menyatakan bahwa misinya adalah “untuk memberi pembuktian tentang hal secara terang-terangan”  “karena terang yang sesungguhnya, yang membawa setiap orang, sedang datang ke dunia.”

Dalam pelayan-Nya di bumi, Tuhan kita Yesus Kristus telah menunjukkan kepada kita teladan mulia-Nya sebagai terang dan sebaliknya, kita diminta untuk menjadi terang dunia juga.

 Kita diminta oleh-Nya untuk “Hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga.”

Kata “terang” telah dikutip juga di banyak tulisan suci dan ajaran-ajaran para nabi dan rasul ketika merujuk pada Injil, pengetahuan, serta ilham dari Roh Kudus, dan sebagainya.

Kita dapat dengan mudah memahami arti dari ajaran-ajaran ini ketika terang digunakan sebagai contoh, khususnya ketika membandingkan antara terang dengan bayangan.

Kita memahami bahwa terang itu bimbingan, arah, harapan, keselamatan, dan pengertian. Terang adalah sumber yang selalu kita cari dalam pedoman sehingga menyelamatkan diri dari perasaan tidak aman, cemas, bingung, dan kehilangan arah.

Kita semua berharap agar kita dapat membawa terang yang kuat atau kita dapat dengan kuat memancarkan terang itu ketika terang jatuh ke atas kita. Untuk menjadi terang seperti itu, kita perlu menjadi orang yang bersih dan murni sehingga kita bisa melihat terang atau memancarkan terang.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.