Bupati Nagekeo Membuka Kegiatan Pelatihan Bagi 50 Bendahara Koperasi

Dibaca 713 kali Reporter : Petrus verified
Bupati Nagekeo

Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosko Do, membuka kegiatan pendidikan dan pelatihan Perkoperasian. (Foto:Merry,Tim Humas NGK)

Nagekeo, Faktahukumntt.com – Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, membuka kegiatan Pendidikan dan pelatihan Perkoperasian bagi 50 Bendahara Koperasi. Diklat tersebut diselenggarakan di Aula Hotel Pepita Mbay, Rabu (19/05/2021).

Bupati Nagekeo, dalam sambutannya mengutarakan bahwa, Ibarat tubuh kita, yang menggerakkan itu adalah managernya. Ketua memberikan arah kemana sebuah koperasi bergerak dan dalam visi misi nya menetukan sasaran, target orang yang menjadi anggota sesuai sifat-sifat koperasinya.

Manager mengerjakan bagaimana target-target itu bisa dicapai, ia berperan seperti Jantung.

“Ketua sebagai otaknya dan bendahara sebagai darah yang mengalir, ngatur duit.” Ujar Bupati Don dalam sambutannya.

Baca Juga :  Bantuan Pangan Polres Nagekeo Sentuh 200 KPM

Lebih lanjut kata Bupati Nagekeo, semua sebetulnya sudah mempunyai peran. Saraf yang menghubungkan dari otak ke organ-organ itu sebagai sarana komunikasi.

“Yang paling penting dalam konteks kita. perangkat aturannya, kewenangan batas- batas tugas. Repot pada organisasi yang gagal ini, ketika pengurus, pengawas, ketua, manager mau atur duit” Ujar Bupati Don.

Kepada tutor, Bupati Nagekeo, berharap agar para peserta yang ada diberi keberanian supaya mereka tahu peran masing masing lingkup kewenangannya.

“Kalau tidak tau peran dan lingkup kewenangan dan menguasainya, kita jadi orang yang tidak percaya diri, mudah digertak” tuturnya.

Lanjut Bupati Don, Bendahara harus diarahkan supaya mereka tahu persis tugas sebagai bendahara dan tanggungjawabnya dalam organisasi yang disebut koperasi itu.

Baca Juga :  ASN Harus Menjadi Panutan Pengelolaan Pekarangan Rumah

“Kalau bendaharanya bocor dan mudah dibocorkan ini ambruk” ucapnya.

Menurutnya, hal tersebut tergambar dalam laporan panitia, disebutkan bahwa, dari 102 koperasi baru, 23 koperasi yang sudah melakukan RAT Tahun Buku 2020. Hasilnya 2 koperasi yang dinyatakan sehat.

“Ini yang lemah itu dibendahara. Bendahara lemah karena dia sendiri ikut mencuri, sehingga juga melonggarkan atasannya ikut ambil. Jadi selesai.” Katanya.

Bupati Don memberikan catatan terkait, pentingnya menjadi bendahara yang benar, supaya koperasi yang diabdinya betul-betul tumbuh menjadi koperasi yang sehat.

Baca Juga :  Suku Kawa Ungkap Dugaan Wanprestasi BPN Nagekeo Perihal Pengadaan Tanah Waduk Lambo

“Jadi orang jujur. Ilmu yang diperoleh kedepannya supaya dapat kerja dengan baik. Duit kita sudah habis banyak untuk pelatihan ini. Ma’e walo bhila ta mai, itu Repot ( jangan pulang sama seperti yang datang, itu Repot)” kata Bupati Don mengakhiri sambutannya.

Turut hadir pada kegiatan ini, Yakobus Milan Tukan Instruktur/ Ketua Dekopinda Ngada, Kadis Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Dra.Djawaria K.M.Simprosa, bersama jajarannya, Kadis Peternakan Klementina Dawo, Kadis Pertanian Oliva Monika Mogi, Sekretaris Dinas Pariwisata Rustin Triatmi, Kadis Perhubungan Efraim C.Muga, Kadis Peternakan Elias Tae.*** (Rilis Merry Tim Humas NGK).

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment