Nagekeo, Faktahukumntt.com – Organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Nagekeo, Melalui Sekretaris Cabang (Sekcab) GMNI Nagekeo, angkat bicara terkait rapuhnya pengawasan oleh Tim Medis Satuan Tugas  (Satgas) Covid-19 di  pelabuhan Marapokot ditengah Melejitnya lonjakan kasus Covid-19 di kabupaten Nagekeo, propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal tersebut bagi GMNI Nagekeo sangatlah Ironis, pasalnya Pemerintah Daerah (Pemda) melalui instruksi Bupati Nagekeo Nomor : 400/Kesra.NGK/359/06/2021, menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro dan mengoptimalkan posko penaganan Covid-19 di tingkat Desa dan Kelurahan untuk pengendalian Covid-19.

Masyarakat kabupaten Nagekeo dituntut untuk menaati himbauan Pemerintah terkait pemberlakuan Darurat PPKM tersebut.

Faktanya, Segala kegiatan masyarakat yang mengumpulkan banyak orang dibubarkan pemerintah. Pesta dibubarkan, pasar mingguan ditiadakan,   Namun penumpang kapal dari luar daerah, dibiarkan masuk tanpa pengawasan dan pemeriksaan oleh petugas medis.

“Kami dari GMNI Nagekeo melihat ini sangat Miris. Kita boleh ketat yang didalam, dari luar kita biarkan masuk dengan bebas. Ini menunjukkan kegagalan pemerintah daerah dan lemanya koordinasi antara pihak-pihak terkait. Kita pertanyaankan komitmen, pemerintah dalam rangka memutuskan matarantai penyebaran Virus Corona di Nagekeo. Masa Pesta kita bubarkan, Pasar kita tutup, tapi yang datang dari luar kita lengah ” Ujar Adolfus Ame, Sekretaris GMNI cabang Nagekeo kepada media ini, Selasa (06/07/2021).

Adolfus menerangkan bahwa, berdasarkan informasi Media yang mereka peroleh hal tersebut terjadi karena lemahnya koordinasi antara gugus tugas dan pihak perhubungan laut Kabupaten Nagekeo.

Hal tersebut semestinya tidak perlu terjadi karena pengawasan aktifitas pelabuhan laut Marapokot, saat kapal berlabuh dan menurunkan penumpang, bukan merupakan pengalaman pertama kali bagi Tim Medis Satgas Covid-19 kabupaten Nagekeo, ketika gelombang dua varian baru virus corona muncul.

Hal itu sudah dilksanakan sejak awal periode penyebaran virus corona mulai masuk ke Nagekeo, aktifitas pemeriksaan dan pengawasan  terhadap penumpang kapal oleh Tim Medis Gugus tugas Covid-19 di Nagekeo sudah diberlakukan.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.