Penulis : Petrus Fua Betu

Restorative Justice Perkara Pidana, Polsek Aesesa Diapresiasi, Ini Sosok Kapolseknya. 

FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO – 10 Oktober 2022.
Perkara pidana perkelahian antara warga yakni Yoran dari Kampung Boanio, Desa Olaia dan Vian dari Nebe, desa Labolewa, di wilayah hukum polsek Aesesa, kabupaten Nagekeo, propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya mendapatkan titik terang penyelesaiannya.

Perseteruan keduanya, yang diduga akibat salah paham karena pelaku (Yoran) salah target, berujung pada Laporan polisi yang dilayangkan oleh Vian pihak yang merasa dirugikan (Korban) di Polsek Aesesa pada 4 Oktober 2021 lalu.

Perkara pidana yang telah bergulir sudah sekian lama, mogok di meja Polsek Aesesa dan sepertinya menemukan jalan buntu. Namun, dengan hadirnya  pemimpin Polsek Aesesa yang baru, kini perkara tersebut dapat diurai dan menemukan solusi.

Polsek Aesesa, dibawah komando Kapolsek Aesesa yang baru, saat ini mulai mengurutkan benang kusut perkara tersebut dengan pendekatan Keadilan Restoratif atau Restorative Justice.

Langkah Restorative justice yang diterapkan dalam perkara pidana perkelahian tersebut diapresiasi keluarga korban dan pelaku. Mereka mengaku senang ketika perkara tersebut kini mendapatkan jalan keluarnya.