Restorative Justice Mungkin Terjadi Jika Ada Etiket Baik Pelaku dan Persetujuan Korban

Dibaca 905 kali Reporter : Petrus verified
Restorative Justice

Lukas Mbulang, SH, Praktisi Hukum asal Nagekeo. Restorative Justice Dapat Diterapkan jika ada Persetujuan korban.

Pengacara Peradi tersebut menjelaskan bahwa Pelaku bisa dijerat dengan Ketentuan Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) pasal 170, perihal  kekerasan didepan umum tehadap orang, dengan Ketentuan Pidana berupa kurungan penjara paling lama 5 Tahun 6 bulan. Ia berharap agar Polisi serius menangani kasus tersebut dan memberikan kepastian Hukum kepada korban sesuai Mekanisme Hukum yang berlaku.

“Pelakunya bisa di penjara 5 Tahun lebih, sesuai Ketentuan pasal 170 KUHP. Jadi kita harap polisi serius Tangani ini, untuk memberikan efek jera. Pasar tempat jual beli barang,  bukan jual beli pukulan, atau pukul orang. Mau menggunakan restorative Justice atau pendekatan Hukum murni, intinya persoalan ini diselesaikan oleh APH. Kita harus mampu memberikan Kepastian Hukum kepada masyarakat Kecil” Tandas, Lukas Mbulang, SH. (Tenda).

Baca Juga :  Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Bencana di NTT
Sebelumnya
Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment