Restorative Justice Mungkin Terjadi Jika Ada Etiket Baik Pelaku dan Persetujuan Korban

Dibaca 904 kali Reporter : Petrus verified
Restorative Justice

Lukas Mbulang, SH, Praktisi Hukum asal Nagekeo. Restorative Justice Dapat Diterapkan jika ada Persetujuan korban.

Dalam Ketentuan umum penyelesaian perkara dengan pendekatan Restorative Justice mesti Memenuhi aspek formil dan materiil. Pada Aspek Formil menegaskan bahwa Restorative Justice bisa diterapkan jika ada kesepakatan antara kedua belah pihak (Korban dan pelaku), serta Pelaku bertanggungjawab memenuhi hak-hak korban.

“Kita sangat mendukung dan menghargai upaya Polres Nagekeo menerapkan Restrorative justice dalam kasus tersebut. Hal tersebut diatur Undang-Undang Polri Nomor 8 Tahun 2021. Tapi yang perlu diingat adalah Restrorative justice bisa terjadi  jika ada niat baik dari para pelaku, misalnya, meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi lagi perbuatannya serta yang paling penting adalah adanya persetujuan Korban. Sepanjang korban ” Ungkap Pengacara senior tersebut.

Baca Juga :  Positif Covid-19 di Nagekeo Melonjak, 1 Orang Meninggal Dunia

Menurut Lukas Mbulang, SH, Kliennya, Raimundus Ola Baga, sangat dirugikan dengan kejadian perkara Dugaan pengeroyokan yang melibatkan Oknum Kepala sekolah dan Kakaknya, yang terjadi di Pasar Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Hal tersebut menjadi sangat tidak wajar karena pelakunya merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan oknum kepala sekolah.

“korban diperlakukan tidak wajar, terjadi kekerasan didepan umum, ada penghinaan disitu, jelas terjadi kekerasan terhadap fisik orang karena ada peristiwa pengeroyokan. yang jelas menjadi tidak elok, Pelakunya adalah seorang kepala sekolah yang nota benenya adalah seorang ASN dan terdidik, lalu memberikan contoh yang kurang baik kepada masyarakat. Polisi mesti sikapi dengan bijak masalah ini,” Tegas Lukas Mbulang.

Comment