Restorative Justice Mungkin Terjadi Jika Ada Etiket Baik Pelaku dan Persetujuan Korban

Dibaca 817 kali Reporter : Petrus verified
Restorative Justice

Lukas Mbulang, SH, Praktisi Hukum asal Nagekeo. Restorative Justice Dapat Diterapkan jika ada Persetujuan korban.

Restorative Justice Mungkin Terjadi Jika Ada Etiket Baik Pelaku dan Persetujuan Korban.

FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO – 23 Juli 2022.
Kepolisian Resor (Polres) Nagekeo akan  menerapkan Restrorative Justice atau Keadilan Restoratif dalam Perkara Dugaan pengeroyokan yang melibatkan Oknum Kepala Sekolah salah satu Sekolah Menengah Pertama di kabupaten Nagekeo, propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Kasat Reskrim Polres Nagekeo, Iptu Rifai, SH, Perkara Dugaan Pengeroyokan merupakan salah satu perkara yang sangat mungkin untuk diterapkan Restorative Justice dalam penyelesaian perkaranya. Hal tersebut sejalan dengan Peraturan Polri Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif.

Lukas Mbulang, SH, Selaku Kuasa hukum pelapor buka suara menanggapi pernyataan Polres Nagekeo perihal penerapan Restrorative Justice dalam penyelesaian perkara yang melibatkan Kliennya. Menurut Lukas, Restorative Justice dapat diterpakan dan mungkin terjadi jika ada etiket baik dari para pelaku dan persetujuan korban dalam perkara tersebut.

Baca Juga :  Polres Terima Laporan Korban Pengeroyokan di Nagekeo, Korban: Terimakasih Kapolres

Ketentuan tersebut secara spesifik diatur dalam peraturan Polri Nomor 8 Tahun 2021 yang ditandatangani oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo, menjelaskan bahwa perkara Pidana yang diselesaikan dengan pendekatan Keadilan Restrosi (Restorative Justice) mesti memenuhi 2 Ketentuan yakni Ketentuan umum dan Ketentuan khususnya.

Comment