Ia juga menerangkan bahwa Permasalahan yang dihadapi dalam penyelenggaraan program transmigrasi salah satunya adalah rendahnya kualitas sumber daya warga transmigrasi yang mengakibatkan rendahnya produktivitas dan daya saing.

Aristarkus Ritu, Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Transmigrasi saat membacakan laporan panitia Kegiatan Pelatihan Budidaya Jamur Tiram.

Kata dia, tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan transmigrasi adalah bagaimana menyediakan layanan pendidikan dan pelatihan para transmigrasi sesuai dengan potensi dan peluang yang du kembangkan di wilayah transmigrasi.

“Sebagai jawaban akan upaya peningkatan sumber daya dan keterampilan warga transmigrasi serta memperhatikan potensi kawasan transmigrasi yang memenuhi syarat untuk dilakukan. Dinas Transmigrasi dan  Tenaga kerja melalui program Pengembangan Kawasan Transmigrasi dengan sub kegiatan Pengembangan Satuan Pemukiman pada tahapan kemandirian yakni pelatihan Budidaya Jamur Tiram bagi warga transmigrasi lokal di unit pemukiman transmigrasi  Ikiseo Gezu, desa Kota Keo I, Kecamatan Nangaroro”, beber Aris.

Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do turut hadir dan secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Budidaya Jamur Tiram didampingi Ketua Tim penggerak PKK kabupaten Nagekeo, drg Eduarda Yayik Pawitra Gatih  turut hadir dan Kepala Dinas Naketrans kabupaten Nagekeo, Aurelius Asan. (TENDA)