Dikutip dari Popmama.com, Gerhana Bulan Adalah fenomena saat posisi Bumi berada sejajar di antara Matahari dan Bulan. Posisi tersebut menyebabkan Bumi akan menutupi sinar Matahari ke Bulan.

Gerhana bulan ini selalu terjadi dari sore hingga malam hari, di mana Bulan akan memantulkan sinar Matahari.

Gerhana Bulan ini dimulai ketika bayangan Bumi sudah menutupi Bulan sehingga Bulan tidak dapat memantulkan sinar Matahari.

Terdapat macam-macam gerhana bulan, diantaranya:

1. Gerhana Bulan Tota

Gerhana Bulan Total terjadi ketika posisi Bulan tepat berada di belakang Bumi sehingga bayangan Bumi menghalangi cahaya Matahari yang seharusnya memantulkan bulan.  Pada saat terjadinya Gerhana Bulan Total, posisi Matahari, Bumi dan Bulan sejajar dengan sempurna.

Saat terjadi gerhana ini maka Bulan akan terlihat berwarna kemerahan. Hal tersebut berhubungan dengan lapisan atmosfer Bumi.

Di suatu daerah tertentu atau suatu negara tertentu, Gerhana Bulan Total akan terlihat lebih merah daripada di daerah lain.

Hal tersebut menandakan bahwa daerah tersebut memiliki tingkat polusi yang kuat. Sebab, semakin kuat warna merah pada bulan di suatu tempat, maka semakin tinggi tingkat polusinya.

2. Gerhana Bulan Sebagian

Gerhana Bulan Sebagian terjadi ketika posisi Matahari, bumi dan bulan tidak sejajar dengan sempurna. Sehingga hanya sebagian bulan yang terkena bayangan bumi. Hal tersebut membuat sebagaian dari sinar matahari yang sampai ke permukaan bulan dapat dilihat manusia dari bumi.

3. Gerhana Bulan Penumbra

Gerhana Bulan Penumbra terjadi ketika seluruh bayangan bulan berada di dalam bagian penumbra bumi yang mengakibatkan bagian bulan masih dapat terlihat dengan jelas namun berwarna suram. (***)

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.